Ketika ada orang yang berbicara "kenapa kamu tidak ambil bagian dalam masalah ini" atau "kenapa ente ga masuk di tim kita" pertanyaan itu jelas berunjuk kepada apa yang di sebut dengan paksaan. Ya mbok ya woles kalee, hidup gue, gue yang atur sendiri. Bener banget kawan, semua keputusan ataupun pilihan yang terbaik untuk kita sendiri itu yang berhak menentukan adalah kita sendiri, bukan teman kita, guru kita, ataupun pacar kita. Orang-orang tersebut menurutku hanya untuk penyemangat hidup saja. Tujuan hidup sebenarnya ya cuma kita sendiri yang menentukan bukan mereka. Tapi lantas kita juga tidak bisa hidup sendrian dan selalu mengedepankan ego kita. Mereka semua juga pasti akan kita butuhkan di saat kita sangat membutuhkannya. Seperti penyemangat ketika kita sedang ada dalam masalah besar, atau ketika kita sedang terkena musibah. Siapa lagi kalau bukan mereka yang menolong?
Tujuan hidup gw sangatlah sederhana. Satu, gw pengen setelah kelar kuliah ini gw bisa merintis karir dan menjadi orang sukses (impian semua orang kali ya?) tapi sukses gw bukan yang sering di denger atau hal sederhana yang sudah biasa di impikan banyak orang. Sukses gw adalah melihat orang tua gw bangga bahwa dia telah melahirkan anak yang bisa jadi harapan keluarganya. Dulu hidup gw serba ada, setelah bokap gw pensiun tahun 2011 kemarin rasanya kiamat itu seakaan semakin dekat. Kehidupan keluarga gw mulai goyah. Terutama keadaan ekonominya ya bukan dalam hal lain, selain faktor ekonomi lainnya baik-baik aja (alhamdulillah). Keluarga gw terbilang keluarga yang bercukupan. tapi semenjak bokap gw pensiun itu gw ga bisa seenaknya dalam bertindak, fokus kuliah,kurangin main dll.
karena kita 4 bersaudara orang tua gw musti nguliahin 4 anak sekaligus dalam kurun waktu dari tahun 2003 abang gw yang pertama kuliah di bdg sampe sekarang tahun 2012 nyisa gw sebagai anak terakhir. Dan kesemuanya itu kuliah di Bandung. Sodara gw maksudnya kakak gw semua masuk Universitas ternama di Indonesia, tapi gw sebagai cap anak gagal di keluarga memang selalu beda. Tiga kakak gw kuliah di Padjajaran sedangkan gw kuliah di Pasundan. beda jauh yaa, hehe
dari dulu memang hanya gw yang selalu beda dari sodara-sodara gw, di cap paling nakal, cuek, malas dan paling di kucilkan karena prestasi yang di raih oleh sodara-sodara gw. Gw selalu buat masalah di rumah, entah itu dalam pergaulan sekolah gw, lingkungan rumah gw sampe cara gw yang selalu berfikiran "gw itu paling bener sedunia".
Dari situlah beriringan dengan tingkat kedewasaan gw yang semakin lama semakin baik, akhirnya gw sadar bahwa cap anak gagal itu bisa gw rubah menjadi anak emas dan anak ajaib di keluarga gw. Biar bagaimana pun gw itu orangnya paling sayang sama keluarga gw, apalagi orang tua gw. Gw sayang banget sama mereka, mereka orang tua hebat yang alhamdulillah gw dapetin di kehidupan gw. Ajaran mereka selalu melekat dalam otak gw, perjuangan bokap gw sampe sekarang yang udah pensiun dan berumur 57 tahun masih saja mencari uang untuk anak terakhirnya slesai kuliah. Gimana gw ga abis pikir, orang tua gw aja yg pensiun dan berumur masih sibuk nyari uang buat penghidupan dan pendidikan gw di Bandung. Masa gw sendiri di sini enak-enakan.
Dari situlah impian kecil membahagiakan orang tua gw berkobar dan selalu ada dalam hati gw. Bukannya gw lebay, tapi ketika orang itu jatuh dan merasakan penderitaan barulah orang itu akan sadar betapa sulitnya mencari penghidupan yang layak, sama seperti keluarga gw.
yaaah, semua impian itu memang butuh proes ga jegerrr pas lo ngebacot terus kejadian ya, itu sih jin banget. hahaha
tapi tekad bulat dari tujuan atau impian awal itu yang terus jadi motivasi gw untuk menjadi yang terbaik untuk keluarga gw. Semoga terwujud ya. Amin
aaah, semua itu ada waktunya hehe
Rabu, 25 Juli 2012
Selasa, 24 Juli 2012
Perkenalan
Hahaha, tawa kecil yang keluar dari mulut ini ketika seorang temanku menanyakan bagaimana masa depan ku kelak. Bagaimana apanya hari ini saja aku masih sulit menentukan arah kemana aku harus melangkah.
Aku anak terakhir dari 4 bersaudara, yang lahir di kota Cirebon pada Tanggal 9 Bulan November Tahun 1991. Umur ku kini menginjak 20 tahun, tapi tidak lama lagi aku akan berumur 21 tahun. Aku masih menempuh program studi Hubungan Internasional, S1di Universitas Pasundan. Universitas yang aku cintai karena budaya sunda yang kental di dalamnya dan sebagai salah satu icon jawa barat. Tahun ini aku akan menginjak semester akhir. Tidak terasa memang sejak aku hijrah dari kota Cirebon ke kota Bandung dimana kampusku berada demi sebuah gelar dan wawasan untuk modal hidupku kedepan.
Aku ini orang yang selalu sulit untuk berkata tidak, dan mudah menyerah dalam hal apapun, ketika masalah bertubi-tubi datang aku akan menghadapinya dan menyelesaikannya. Emosi yang mudah meluap ketika siapa saja membuat masalah denganku, menunggu hal yang paling aku tidak suka. Aku tidak mau menunggu dan di tunggu oleh orang lain, simplenya ketika ada janji itu di tepatin ya, hehe. Anak ke empat ini memang sulit untuk bergaul dengan orang baru, sulit untuk masuk ke dalam lingkungan yang baru. Kaku,atau biasa yang kita sebut canggung adalah musuh utama dalam diriku. Sifat cuek yang teramat sangat cuek juga ada dalam darahku, hahaha inilah mengapa banyak orang tidak banyak mengenalku. Tapi aku jamin, ketika kalian kenal aku lebih jauh, kalian pasti akan senang berada di dekatku. Entah mengapa karena aku mempunyai selera humor yang sangat tinggi, senang akan kelucuan, kekonyolan yang membuat tawa dengan tingkah seperti orang gila, kejahilan yang tidak ada habisnya. Singkatnya aku ini orang yang keras dan cuek, tapi ketika mengenalku dan tahu aku, kalian akan senang berada di dekat seorang FIKIH ACHMAD.
Kata sahabatku ini ciri khas dari orang yang berzodiak Bintang Scorpio. Hahaha tidak tahu juga itu benar atau tidak yang pasti sifat itu sudah menjadi watak bawaanku.
cukup ya perkenalannya :)
cukup ya perkenalannya :)
Langganan:
Postingan (Atom)